SUPERVISI
DAN MONITORING
KOORDINATOR
PROVINSI GORONTALO IR WAHYUDDIN KESSA
PADA
LOKASI PNPM MPD DAN MP3KI KECAMATAN TALUDITI
Dilaporkan
oleh : Yulfi Tajawi
Pada
Tanggal 3 dan 4 Agustus 2014 , Koordinator
Provinsi Gorontalo Bapak Wahyuddin Kessa melakukan Perjalanan Dinas Luar ke Kabupaten
Pohuwato tujuannya adalah Melaksanakan
Supervisi dan Monitoring di Kecamatan Taluditi dan Randangan.
Sebelum melaksanakan kunjungan di Lapangan pada malam harinya bertempat di Hotel Golden Sri Kecamatan Marisa dilakukan diskusi bersama Fasilitator Pemberdayaan (sdr.Bakran) , Fasilitator Keuangan (Saudari Nelsihyana) dan saya sendiri Fastekab membahas tentang Kondisi Progres Pencairan dan Penyaluran Dana PNPM, Kondisi Progres Kegiatan baik PNPM regular maupun PNPM MP3KI. Disamping itu dibahas pula terkait dengan Perkembangan Perkembangan Perguliran SPP dan Penangaan Penyimpangan Dana. Namun pada malam itu pembahasan tidak secara mendalam hanya sekedar info terkini terkait dengan Perkembangan PNPM kabupaten Pohuwato secara umum.
Pembahasan lebih ditekankan pada
Rencana Perjalanan keesokan harinya apakah dimulai dari Kecamatan Randangan
baru menuju ke Kecamatan Taluditi atau sebaliknya. Tetapi akhirnya disepakati
bahwa Perjalanan keesokan harinya dimulai dari Kecamatan Taluditi terlebih
dahulu untuk melihat perkembangan Progres PNPM Mandiri Perdesaan dan MP3KI yang
ada di Kecamatan tersebut.
Koorprov sangat tertarik ke
Kecamatan Taluditi karena mendengar progress kemajuan kegiatan khususnya PNPM
Mp3KI di Kecamatan Taluditi lebih maju dibandingkan dengan lokasi PNPM MP3KI
Kabupaten lainnya di Gorontalo.Progres PNPM MP3KI Kecamatan Taluditi telah
mencapai 65%. Tidak terkecuali Progres PNPM Mandiri Perdesaan Taluditi yang telah mencapai Prosentase rata rata 90%
hanya karena tak dapat mencairkan APBN Tahap terakhir sehingga belum bisa
melaksanakan MDST.
Saat berada di Kecamatan Taluditi
maka Koorprov langsung mengunjungi Pembangunan Pasar Desa di Desa Kalimas yang
sedang dibangun oleh PNPM Mandiri Perdesaan TA 2014 dengan Anggaran Rp.
319.419.900 ukuran pasar 49 x 13 M2 berbentuk Los Pasar.
Koorprov begitu antusias melihat
aktivitas pasar Desa Kalimas yang berkembang pesat. Sebagai informasi pada
tahun Anggaran 2013 Desa Kalimas telah mendapat Penganggaran Pembangunan Pasar
sebanyak 2 unit Los Pasar dengan AnggaranRp. 327.377.700.dan kegiatan pasar
berjalan dengan lancar.
Namun karena karena seiring kebutuhan pedagang yang semakin
bertambah yang awalnya hanya berkisar sekitar kurang lebih 40 lapak setelah
dibangun pasar yang pertama menjadi 120 lapak/pedagang dan setelah dibangun
pasar TA 2014 ini maka sekarang total pedagang yang akan menggunakan lapak
menjadi kurang lebih 200 pedang dengan jenis dagangan yang juga semakin
beragam.
Kondisi ini sangat merepotkan pengelola
pasar sementara karena
tingginya permintaan los oleh pedagang untuk berjualan sementara daya tamping
pasar belum mencukupi. Akibat permintaan yang membludak ini maka saat ini
sedang dibangun oleh Pemerintah Daerah dari Dinas Perindakop Kabupaten
membangunan Los Pasar sebanyak 1 unit
dengan ruangan sebanyak kurang lebih 15 ruangan untuk pedagang sembilan
bahan pokok. Diharapkan dengan dibangunnya tambahan los oleh Dinas Perindakop
Kabupaten ini maka daya tampung pedagang akan teratasi dengan baik.
Pada saat kongkow kongkow bersama
pemanfaat pasar di warung yang sedang menjual makanan terbahas tentang Rencana
pengelolaan pasar kedepannya. Disampaikan bahwa pemanfaatan dan pelestaraian
serta keberlanjutan pasar ini bergantung pada Tim Pemanfaat dan Pemelihara
Prasarana (TP3) . Oleh sebab itu perlu
segera dibentuk Tim Pemanfaat dan Pemlihara Prasarana , dilakukan pelatihan
termasuk Pelatihan tentang Fasilitasi Pembuatan Peraturan Desa tentang Pasar.
Setelah berkunjung ke Pasar Desa dilanjutkan dengan mengunjungi Lokasi Bangunan hasil MP3KI di Desa Puncak Jaya dan Tirto Asri.
Koorprov
begitu puas dengan kegiatan PNPM MP3KI di Desa Puncak Jaya dimana membuka akses
antara Desa Kalimas dan Desa Puncak Jaya , desa terjauh dari Kecamatan
Taluditi. Sedangkan di Desa Tirto Asri Koorprov bersama kami Fastekab dan FT
menyempatkan diri mengobrol dengan penduduk pemanfaat prasarana di Desa Tirto
Asri sebagaimana nampak pada gambar di bawah ini.
Masyarakat
mengungkapkan bahwa begitu puas dengan bangunan Jalan dari PNPM MP3KI dan tentu
saja kemudahannnya jauh lebih baik dibandingkan sebelum adanya jalan yang
dibangun . Sebelum adanya jalan biaya pengangkutan hasil pertanian ke Ibukota
Desa lebih mahal dan lebih susah. Dengan adanya jalan hasil PNPM MP3KI biaya
pengangkutan menurun kurang lebih 50%.
Di Kecamatan Randangan Koorprov
sempat melakukan diskusi kecil di kantor UPK Kecamatan Randangan membahas
tentang tindak lanjut penanganan Kecamatan sebagai Kecamatan bermasalah dan disampaikan
oleh FK/FT bahwa prosesnya sudah dialihkan ke proses Litigasi.
Terkait
dengan masih banyaknya bahan yang harus
dibayarkan ke Suplier maka Koorprov meminta dilakukan pendataan berapa julmlah
bahan yang memang sangat mendesak untuk
dibayarkan ke Suplier.
Pada
tanggal 5 September 2014 bertempat di Kantor Faskab dilakukan pembahasan dan
Diskusi terkait dengan hasil Kunjungan lapangan Koorprov. Berbagai hal yang
disosroti oleh Koorprov disamping sudah puas dengan hasil Kegiatan Prasarana
PNPM baik Reguler maupun MP3KI, Koorprov juga menyoroti tingginya Tunggakan
kelompok di masing-masing Kecamatan. Olehnya itu Koorprov menitip pesan agar
ada upaya khusus yang dilaksanakan Tim Faskab Pohuwato yang dikomandoi oleh
Fasilitator Keuangan untuk Penanganan Tunggakan.
Diskusi sempat berkembang menyoroti
penyebab terjadinya berbagai permasalahan diantaranya lemahnya Fasilitasi dalam
Penggalian Gagasan sehingga terkadang gagasan yang muncul adalah gagasan yang
tidak menyentuh langsung kepentingan Masayarakat Miskin. Jika ini
masalahnya pada Fasilitasi kita sebagai Fasilitator maka yang harus dilakukan
berbenah diri terutama menyongsong Penerapan Undang-Undang Desa 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar